Freelance Jobs

Wednesday, February 3, 2010

Pengantar (bagian 1)

Berdiri tanpa daya melihat preman-preman desa memukuli ayahnya karena bertikai dengan saingan politiknya, Morihei Ueshiba kecil bersumpah bahwa ia harus menjadi orang yang kuat, tak peduli seberapa besar penderitaan yang harus dijalani juga seberapa lama waktu yang diperlukan. Suatu hari nanti ia akan dapat mengatasi para begundal itu. Suatu hari nanti mereka akan lari ketakutan. Suatu hari nanti ia akan menjadi kuat.

Lalu dimulailah perjalanan yang menuntunnya untuk mempelajari semua seni dan pengetahuan bela diri yang ada saat itu, yang lebih dikenal dengan istilah budo. Jika saja bocah ringkih ini mengetahui besarnya penderitaan dan penyakit yang menantinya, mungkin ia tidak akan mau menapaki jalan yang akan ia tempuh. Orang biasa pasti akan menyerah, namun tidak demikian halnya dengan Morihei Ueshiba. Ia berjuang mengatasi penyakit-penyakit berat yang menghinggapinya, mungkin 3 sampai 4 kali sepanjang masa mudanya, dan setiap kali sembuh dari satu penyakit ia segera menempa kembali tubuhnya yang dilemahkan oleh penyakit tersebut.

Namun hanya sekedar menjadi sehat kembali tidak cukup baginya. Ia mencari berbagai cara untuk melampiaskan keperkasaan dirinya. Jika seseorangn melakukan suatu pekerjaan dua kali lipat dari orang pada umumnya, ia akan melakukannya empat kali lipat. Pada festival panen tradisional dimana terdapat ritual pertandingan membuat kue dari beras dengan menggunakan alu khusus yang sangat berat, Ueshiba dengan mudahnya menumbuknya dengan kekuatan yang menyamai sepuluh orang biasa. Ia selalu menjadi pemenang, dimana kontes tersebut biasanya diakhiri dengan tumbukan terakhir yang sangat kuat sampai-sampai merusak alu tersebut. Lama-kelamaan dalam diri Ueshiba tumbuh rasa tidak puasa hanya dengan menjadi orang yang kuat. Maka ia pun mulai mempelajari jujutsu.

Dengan mempelajari jujutsu, lahir pula ketertarikannya untuk mempelajari dan menguasai berbagai jenis seni bela diri. Kerja keras, disiplin tinggi, serta seluruh uang yang ia hasilkan dicurahkan demi penguasaan seni-seni tersebut. Ia pun dianugrahi sertifikat dari beberapa seni bela diri klasik tradisional tersebut.

Sekarang ia telah menjadi kuat. Ia telah menguasai teknik pedang dan banyak seni bela diri lainnya. Namun tetap saja ia merasa masih ada yang kurang.

No comments:

Post a Comment